BAB 12: PENUTUP
12.1 Kesimpulan Integratif: Administrasi, Manajemen, dan Organisasi sebagai Suatu Kesatuan
Setelah mengarungi sebelas bab yang membahas berbagai konsep, teori, dan praktik, tibalah saatnya untuk menarik benang merah yang menghubungkan ketiga pilar utama buku ini: administrasi, manajemen, dan organisasi. Pada bagian awal (Bab 1), kita telah membedakan ketiganya secara konseptual. Namun, dalam praktik kehidupan organisasi yang sesungguhnya, ketiganya tidak dapat dipisahkan seperti minyak dan air—mereka bagaikan tiga sisi dari satu segitiga yang sama.
Administrasi adalah roh dari organisasi. Ia menentukan tujuan, kebijakan umum, dan kerangka nilai yang menjadi arah perjalanan. Tanpa administrasi, organisasi akan kehilangan legitimasi, arah strategis, dan kepastian hukum. Para administrator (pemimpin puncak dan pembuat kebijakan) bertugas menjawab pertanyaan what (apa yang ingin dicapai) dan why (mengapa hal itu penting).
Manajemen adalah otak dan tangan yang menggerakkan organisasi. Ia menerjemahkan kebijakan administrasi ke dalam rencana operasional, struktur, dan proses. Manajer di berbagai tingkatan menjawab pertanyaan how (bagaimana cara mencapainya) dan when (kapan). Tanpa manajemen, administrasi hanya akan menjadi dokumen indah tanpa eksekusi.
Organisasi adalah wadah atau tubuh yang menaungi administrasi dan manajemen. Ia menyediakan struktur, hierarki, budaya, dan sistem komunikasi yang memungkinkan kerjasama banyak orang. Organisasi menjawab pertanyaan who (siapa yang melakukan) dan where (dalam wadah dan struktur apa). Tanpa organisasi, administrasi dan manajemen tidak memiliki tempat berpijak.
Integrasi ketiganya dalam siklus berkelanjutan:
ADMINISTRASI
(Penetapan Tujuan & Kebijakan)
↓
ORGANISASI
(Wadah & Struktur)
↓
MANAJEMEN
(Pelaksanaan & Pengendalian)
↓
UMPAN BALIK (Evaluasi Kinerja)
↓ (kembali ke Administrasi untuk perbaikan)Buku ini telah menunjukkan bahwa organisasi yang berhasil secara berkelanjutan adalah yang mampu menyelaraskan ketiga elemen tersebut. Perubahan pada salah satu elemen (misalnya, perubahan strategi oleh administrasi) harus diikuti oleh penyesuaian struktur organisasi (misalnya, dari fungsional ke divisional) dan perubahan praktik manajemen (misalnya, dari sentralisasi ke desentralisasi). Sebaliknya, jika organisasi mengubah struktur tanpa mengubah strategi, atau menerapkan alat manajemen modern tanpa dukungan budaya yang tepat (Bab 8), maka hasilnya akan mengecewakan.
Temuan lintas bab yang paling signifikan:
Tidak ada solusi universal – Pendekatan kontingensi (Bab 4 & 5) mengajarkan bahwa struktur, gaya kepemimpinan (Bab 7), dan praktik MSDM (Bab 6) yang efektif sangat tergantung pada konteks: ukuran organisasi, teknologi, lingkungan, dan strategi. Dogma "satu ukuran untuk semua" telah terbukti keliru.
Manusia adalah pusat, bukan sekadar sumber daya – Teori motivasi (Herzberg, Maslow, Vroom) dan kepemimpinan transformasional (Bass) menunjukkan bahwa organisasi tidak dapat diperlakukan sebagai mesin. Aspek psikologis, sosial, dan budaya (Bab 8) seringkali lebih menentukan keberhasilan daripada struktur formal atau sistem pengendalian yang sempurna.
Transformasi digital bukan sekadar teknologi – Bab 9 menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi sangat bergantung pada perubahan budaya, kepemimpinan yang visioner, dan pengelolaan etika serta keamanan data. Teknologi hanyalah alat; manusialah yang menentukan hasilnya.
Pengukuran kinerja harus seimbang – Balanced Scorecard (Bab 10) telah menunjukkan bahwa fokus semata pada metrik keuangan (lagging indicators) mengabaikan pendorong kinerja jangka panjang. Organisasi perlu mengukur pembelajaran, proses internal, dan kepuasan pelanggan secara simultan.
Perubahan adalah keniscayaan, tetapi harus dikelola secara sistematis – Model Lewin, Kotter, dan ADKAR (Bab 8) memberikan panduan bahwa perubahan yang berkelanjutan memerlukan pencairan status quo, pergerakan yang terencana, dan pembekuan kembali. Tanpa ketiganya, perubahan hanya akan menjadi ilusi.
12.2 Tren dan Isu Masa Depan
Dunia administrasi, manajemen, dan organisasi terus berevolusi. Beberapa tren besar yang akan membentuk dekade mendatang antara lain:
12.2.1 Kecerdasan Artifisial (AI) dalam Manajemen
AI tidak lagi hanya untuk perusahaan teknologi. Dalam lima tahun ke depan, AI akan merambah ke fungsi-fungsi manajemen rutin: perekrutan (penyaringan CV otomatis), penjadwalan, analisis sentimen karyawan, prediksi turnover, hingga pengambilan keputusan operasional (Schwab, 2016; Davenport & Ronanki, 2018). Namun, tantangan etika (bias algoritma, privasi, dan tanggung jawab) akan semakin mendesak. Manajer masa depan harus melek data (data literacy) tetapi juga memiliki kebijaksanaan algoritmik (algorithmic wisdom) untuk mengetahui kapan AI boleh memutuskan dan kapan manusia harus campur tangan.
12.2.2 Model Kerja Hibrida sebagai Norma Baru
Pasca-pandemi, model full-time office telah mati untuk banyak industri. Kerja hibrida (kombinasi kerja jarak jauh dan tatap muka) menjadi standar, terutama untuk pekerjaan pengetahuan (knowledge work). Penelitian Bloom et al. (2021) menunjukkan bahwa produktivitas dapat meningkat, tetapi tantangan baru muncul: menjaga budaya organisasi, mengelola kinerja berbasis output (bukan jam kehadiran), mengatasi kelelahan virtual (Zoom fatigue), serta memastikan kesetaraan karier antara pekerja onsite dan remote. Organisasi perlu mendesain ulang struktur (Bab 5) dan praktik kepemimpinan (Bab 7) untuk model hibrida.
12.2.3 Keberlanjutan dan ESG sebagai Imperatif Strategis
Tekanan dari investor, regulator, dan konsumen mendorong organisasi untuk mengintegrasikan ESG (Environmental, Social, Governance) ke dalam strategi inti, bukan sekadar kegiatan CSR. Administrasi publik dihadapkan pada target net-zero emission, sementara perusahaan swasta harus melaporkan jejak karbon dan dampak sosial. Konsep triple bottom line (people, planet, profit) akan menjadi arus utama. Manajer harus mampu mengukur dan mengelola kinerja non-keuangan dengan disiplin yang setara dengan kinerja keuangan.
12.2.4 Ekonomi Gig dan Manajemen Tenaga Kerja Non-Tradisional
Platform seperti Gojek, Grab, dan Upwork telah mengubah hubungan kerja tradisional. Semakin banyak pekerja lepas (freelancer, gig worker) yang tidak terikat kontrak permanen. Ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana mengelola motivasi, loyalitas, dan pengembangan karier bagi pekerja yang bukan karyawan tetap. Sistem pengendalian berbasis algoritma (rating, insentif dinamis) menimbulkan masalah etika baru tentang otonomi dan keadilan (Rosenblat & Stark, 2016). Regulasi ketenagakerjaan (seperti UU Cipta Kerja di Indonesia) sedang beradaptasi, namun masih jauh dari memadai.
12.2.5 Peran Baru Pemimpin: Coach, Facilitator, dan Ethical Guardian
Kepemimpinan transformasional (Bab 7) akan bergeser lebih jauh. Pemimpin masa depan tidak bisa lagi mengandalkan otoritas posisi atau karisma semata. Mereka harus menjadi pelatih yang mengembangkan potensi bawahan, fasilitator yang menciptakan kondisi bagi tim untuk berkolaborasi, dan penjaga etika yang memastikan teknologi digital tidak disalahgunakan. Kecerdasan emosional (EQ) akan menjadi lebih penting daripada IQ atau keterampilan teknis dalam banyak peran kepemimpinan.
12.2.6 Adaptasi Organisasi terhadap Perubahan Iklim dan Disrupsi
Perubahan iklim bukan hanya isu lingkungan, tetapi isu manajemen risiko. Organisasi harus memiliki rencana kontinuitas bisnis untuk bencana alam (banjir, kebakaran, gelombang panas) yang semakin sering terjadi. Rantai pasok harus didesain ulang agar lebih tangguh (resilient), tidak hanya efisien. Ini akan mendorong adopsi prinsip circular economy dan pengukuran total cost of ownership yang memasukkan biaya eksternalitas lingkungan.
12.3 Rekomendasi untuk Praktisi dan Akademisi
12.3.1 Rekomendasi untuk Praktisi (Manajer, Administrator, Pemimpin Organisasi)
Kembalikan fokus pada manusia. Teknologi adalah alat, bukan tujuan. Investasi dalam pelatihan, kesejahteraan, dan pengembangan karier karyawan memberikan ROI jangka panjang yang lebih tinggi daripada investasi dalam perangkat keras. Gunakan teori motivasi (Bab 7) secara personal, bukan dogmatis.
Bangun sistem pengendalian internal yang proporsional. Jangan terlalu longgar sehingga terjadi kecurangan, tetapi jangan terlalu ketat sehingga membunuh inisiatif (Bab 10). Terapkan prinsip risk-based approach: area dengan risiko tinggi (keuangan, data pelanggan) perlu kontrol ketat; area inovasi perlu kelonggaran.
Lakukan diagnosis budaya secara berkala. Gunakan OCAI (Cameron & Quinn, 2011) atau alat serupa untuk memetakan kesenjangan antara budaya saat ini dan yang diinginkan. Perubahan budaya membutuhkan waktu 3-5 tahun, jangan berharap hasil instan.
Libatkan pemangku kepentingan dalam perubahan. Kasus Kabupaten X (Bab 11) menunjukkan bahwa resistensi dapat diminimalkan dengan partisipasi sejak awal. Gunakan pendekatan appreciative inquiry (bertanya "apa yang sudah berhasil dan bagaimana memperbanyaknya") daripada hanya berfokus pada masalah.
Ukur kinerja secara seimbang, tetapi jangan biarkan metrik menggantikan kebijaksanaan. KPI yang terlalu banyak atau terlalu kaku akan mendorong gaming the system. Lakukan qualitative review di samping metrik kuantitatif.
Persiapkan skenario krisis. Simulasi seperti kasus JayaRoti (Bab 11) harus dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika krisis terjadi. Latih tim krisis, siapkan crisis communication plan, dan jalin hubungan dengan regulator sebelum dibutuhkan.
Jadilah pembelajar sepanjang hayat. Dunia berubah terlalu cepat untuk mengandalkan pengetahuan yang diperoleh 10 tahun lalu. Ikuti pelatihan, baca jurnal, dan bangun jaringan dengan praktisi dari industri lain untuk mendapatkan perspektif segar.
12.3.2 Rekomendasi untuk Akademisi (Peneliti, Dosen, Mahasiswa)
Perkuat penelitian interdisipliner. Administrasi, manajemen, dan organisasi tidak dapat dipelajari dalam silo yang terisolasi dari psikologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politik, dan ilmu komputer. Dorong kolaborasi lintas fakultas.
Teliti implementasi, bukan hanya konsep. Banyak teori manajemen yang elegan secara matematis tetapi gagal di lapangan karena mengabaikan kompleksitas manusia dan politik organisasi. Gunakan metode kualitatif (etnografi, studi kasus longitudinal) untuk memahami mengapa suatu praktik berhasil atau gagal.
Kembangkan model kontekstual untuk Indonesia. Sebagian besar teori yang diajarkan di kampus Indonesia berasal dari konteks Amerika atau Eropa (budaya individualistis, pasar matang, regulasi kuat). Penelitian diperlukan untuk menguji dan memodifikasi teori tersebut dalam konteks Indonesia yang kolektivistis, dengan dinamika birokrasi yang khas (Kasus Bab 11.1), serta sektor informal yang besar. Konsep seperti "musyawarah" dan "kekeluargaan" perlu diintegrasikan ke dalam teori organisasi.
Masukkan etika dan keberlanjutan ke dalam kurikulum inti. Jangan hanya sebagai mata kuliah tambahan. Setiap topik (MSDM, pemasaran, keuangan) harus membahas implikasi etis dan dampak lingkungan. Ini akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten tetapi juga bertanggung jawab.
Manfaatkan teknologi untuk pengajaran yang lebih interaktif. Simulasi manajerial (seperti di Bab 11.4), case-based learning dengan data riil, dan gamification dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa secara signifikan dibandingkan kuliah satu arah.
Berkontribusi pada kebijakan publik. Akademisi harus keluar dari menara gading. Hasil penelitian tentang efektivitas organisasi publik, reformasi birokrasi, dan tata kelola digital harus disampaikan kepada pembuat kebijakan dalam bentuk policy brief yang mudah dipahami. Banyak kebijakan di Indonesia (misal, UU Cipta Kerja, sistem pengadaan barang/jasa) masih sangat jauh dari ideal karena minimnya masukan dari riset manajemen.
Penutup
Buku Administrasi, Manajemen, dan Organisasi ini tidak dimaksudkan sebagai kebenaran mutlak yang diakhiri dengan titik. Sebaliknya, ia adalah peta awal untuk perjalanan yang panjang dan terus berlanjut. Ilmu administrasi, manajemen, dan organisasi bersifat emergent—ia berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat, teknologi, dan tantangan global.
Penulis berharap bahwa setelah membaca buku ini, pembaca tidak hanya menghafal definisi dan teori, tetapi mampu berpikir kritis tentang organisasi tempat mereka bekerja, mampu merancang solusi yang kontekstual, dan mampu memimpin dengan empati serta integritas. Sebab pada akhirnya, administrasi, manajemen, dan organisasi bukanlah tentang struktur atau sistem yang mati, melainkan tentang manusia yang hidup—dengan segala impian, ketakutan, dan potensinya.
"The best way to predict the future is to create it." — Peter Drucker
Selamat berkarya dan terus belajar.
bacaan berikutnya PEMERINTAH DAERAH DI ERA EFISIENSI
Administrasi, Manajemen, dan Organisasi
BAB 2: LANDASAN TEORI ADMINISTRASI
BAB 5: STRUKTUR DAN DESAIN ORGANISASI
BAB 6: MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (MSDM)
BAB 7: KEPEMIMPINAN DAN PERILAKU ORGANISASI
BAB 8: BUDAYA ORGANISASI DAN PERUBAHAN
BAB 9: ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN DI ERA DIGITAL
BAB 10: PENGUKURAN KINERJA DAN PENGENDALIAN
BAB 11: STUDI KASUS DAN APLIKASI PRAKTIS
DAFTAR PUSTAKA
Aguinis, H. (2019). Performance Management (4th ed.). Chicago, IL: Business Perspectives.
Allen, D. G., Bryant, P. C., & Vardaman, J. M. (2010). Retaining talent: Replacing misconceptions with evidence-based strategies. Academy of Management Perspectives, 24(2), 48-64.
Allen, T. J. (1977). Managing the Flow of Technology. Cambridge, MA: MIT Press.
Armstrong, M., & Taylor, S. (2020). Armstrong's Handbook of Human Resource Management Practice (15th ed.). London: Kogan Page.
Arthur, M. B., & Rousseau, D. M. (Eds.). (1996). The Boundaryless Career. New York: Oxford University Press.
Baalen, P. van, & Karsten, L. (2012). The Evolution of Management Thought.
Bain & Company. (2020). Management Tools & Trends 2020. Boston: Bain & Company.
Barnard, C. I. (1938). The Functions of the Executive. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Barney, J. (1991). Firm resources and sustained competitive advantage. Journal of Management, 17(1), 99-120.
Bass, B. M. (1985). Leadership and Performance Beyond Expectations. New York: Free Press.
Bass, B. M. (1990). From transactional to transformational leadership. Organizational Dynamics, 18(3), 19-31.
Bass, B. M., & Avolio, B. J. (1994). Improving Organizational Effectiveness Through Transformational Leadership. Thousand Oaks, CA: Sage.
Bazerman, M. H., & Moore, D. A. (2013). Judgment in Managerial Decision Making (8th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Becker, G. S. (1964). Human Capital. Chicago: University of Chicago Press.
Bharadwaj, A., El Sawy, O. A., Pavlou, P. A., & Venkatraman, N. (2013). Digital business strategy. MIS Quarterly, 37(2), 471-482.
Blanchard, K. H., Zigarmi, D., & Nelson, R. B. (1993). Situational Leadership after 25 years. Journal of Leadership Studies, 1(1), 21-36.
Blau, P. M., & Schoenherr, R. A. (1970). The Structure of Organizations. New York: Basic Books.
Bloom, N., Han, R., & Liang, J. (2021). How hybrid working from home works out. Nature, 595, 244-246.
Branch, R. M. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.
Burnes, B. (2004). Kurt Lewin and the planned approach to change. Journal of Management Studies, 41(6), 977-1002.
Burns, J. M. (1978). Leadership. New York: Harper & Row.
Burns, T., & Stalker, G. M. (1961). The Management of Innovation. London: Tavistock.
Byjus. (n.d.). Levels of Management. Diambil dari https://byjus.com
Cameron, K. S., & Quinn, R. E. (1999). Diagnosing and Changing Organizational Culture. Reading, MA: Addison-Wesley.
Cameron, K. S., & Quinn, R. E. (2011). Diagnosing and Changing Organizational Culture (3rd ed.). San Francisco: Jossey-Bass.
Campbell, J. P. (1977). On the nature of organizational effectiveness. Dalam P. S. Goodman & J. M. Pennings (Eds.), New Perspectives on Organizational Effectiveness (hlm. 13-55). San Francisco: Jossey-Bass.
Campion, M. A., Pursell, E. D., & Brown, B. K. (1997). Structured interviewing. Personnel Psychology, 41(1), 25-42.
Carroll, A. B. (1991). The pyramid of corporate social responsibility. Business Horizons, 34(4), 39-48.
Cath, C. (2018). Governing the algorithm. Internet Policy Review, 7(4), 1-16.
Chakravarthy, B. S. (1982). Adaptation: A promising metaphor. Academy of Management Review, 7(1), 35-44.
Chandler, A. D., Jr. (1962). Strategy and Structure. Cambridge, MA: MIT Press.
Choudhury, P., Foroughi, C., & Larson, B. (2021). Work-from-anywhere. Strategic Management Journal, 42(4), 655-683.
Colquitt, J. A., LePine, J. A., & Wesson, M. J. (2019). Organizational Behavior (6th ed.). New York: McGraw-Hill.
Coombs, W. T. (2007). Ongoing Crisis Communication (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Cooper, W. W., Seiford, L. M., & Tone, K. (2007). Data Envelopment Analysis (2nd ed.). New York: Springer.
COSO. (2013). Internal Control — Integrated Framework. Durham, NC: COSO.
Daft, R. L. (2016). Organization Theory and Design (12th ed.). Boston: Cengage Learning.
Damanpour, F. (1991). Organizational innovation. Academy of Management Journal, 34(3), 555-590.
Davenport, T. H., & Ronanki, R. (2018). Artificial intelligence for the real world. Harvard Business Review, 96(1), 108-116.
Davis, K. (1953). Management communication and the grapevine. Harvard Business Review, 31(5), 43-49.
Davis, K. (1962). Human Relations at Work. New York: McGraw-Hill.
Davis, S. M., & Lawrence, P. R. (1977). Matrix. Reading, MA: Addison-Wesley.
Dess, G. G., & Beard, D. W. (1984). Dimensions of organizational task environments. Administrative Science Quarterly, 29(1), 52-73.
Dessler, G. (2015). Human Resource Management (14th ed.). Upper Saddle River, NJ: Pearson.
Dill, W. R. (1958). Environment as an influence on managerial autonomy. Administrative Science Quarterly, 2(4), 409-443.
DiMaggio, P. J., & Powell, W. W. (1983). The iron cage revisited. American Sociological Review, 48(2), 147-160.
Drucker, P. F. (1954). The Practice of Management. New York: Harper & Row.
Drucker, P. F. (1974). Management: Tasks, Responsibilities, Practices. New York: Harper & Row.
Eckerson, W. W. (2009). Performance Dashboards (2nd ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Fayol, H. (1916). Administration Industrielle et Générale. Paris: Dunod.
Fiedler, F. E. (1967). A Theory of Leadership Effectiveness. New York: McGraw-Hill.
Fisher, R., Ury, W., & Patton, B. (2011). Getting to Yes (3rd ed.). New York: Penguin.
Fitzgerald, M., Kruschwitz, N., Bonnet, D., & Welch, M. (2014). Embracing digital technology. MIT Sloan Management Review, 55(2), 1-12.
Floridi, L. (2018). Soft ethics and the governance of the digital. Philosophy & Technology, 31(1), 1-8.
Floridi, L., & Cowls, J. (2019). A unified framework of five principles for AI in society. Harvard Data Science Review, 1(1).
Fogg, B. J. (2003). Persuasive Technology. San Francisco: Morgan Kaufmann.
Follett, M. P. (1924). Creative Experience. New York: Longmans, Green and Co.
Follett, M. P. (1942). Dynamic Administration (H. C. Metcalf & L. Urwick, Eds.). New York: Harper & Brothers.
Freeman, R. E. (1984). Strategic Management: A Stakeholder Approach. Boston: Pitman.
Gade, S. (2021). Remote Work Revolution. New York: Harper Business.
Gallup. (2017). State of the Global Workplace. Washington, DC: Gallup Press.
Gartner. (2020). Market Guide for Content Services Platforms. Stamford, CT: Gartner.
Garuda Kemdikbud. (2019). Evolusi Pemikiran Manajemen.
Gatewood, R. D., Feild, H. S., & Barrick, M. R. (2015). Human Resource Selection (8th ed.). Stamford, CT: Cengage Learning.
George Jr., C. S. (1972). The History of Management Thought (2nd ed.). Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
Ghiselli, E. E. (1963). The validity of management traits. Personnel Psychology, 16(2), 109-113.
Gontor, Pondok Modern Darussalam. (2022). Tolok Ukur Keberhasilan Manajemen Organisasi. Gontor.ac.id.
Goodnow, F. J. (1900). Politics and Administration. New York: Macmillan.
Graicunas, V. A. (1933). Relationship in organization. Dalam L. Gulick & L. Urwick (Eds.), Papers on the Science of Administration. New York: Institute of Public Administration.
Greiner, L. E. (1972). Evolution and revolution as organizations grow. Harvard Business Review, 50(4), 37-46.
Gulick, L. (1937). Notes on the theory of organization. Dalam L. Gulick & L. Urwick (Eds.), Papers on the Science of Administration. New York: Institute of Public Administration.
Hall, D. T. (2002). Careers In and Out of Organizations. Thousand Oaks, CA: Sage.
Hall, J. A. (2015). Accounting Information Systems (9th ed.). Boston: Cengage Learning.
Harris, S. (2015). Digital Office. London: Kogan Page.
Hasibuan, M. S. P. (2001). Manajemen: Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara.
Hasibuan, M. S. P. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.
Hersey, P., & Blanchard, K. H. (1969). Life cycle theory of leadership. Training and Development Journal, 23(5), 26-34.
Hertel, G., Geister, S., & Konradt, U. (2005). Managing virtual teams. Human Resource Management Review, 15(1), 69-95.
Herzberg, F. (1966). Work and the Nature of Man. Cleveland: World Publishing.
Herzberg, F. (1968). One more time: How do you motivate employees? Harvard Business Review, 46(1), 53-62.
Herzberg, F., Mausner, B., & Snyderman, B. B. (1959). The Motivation to Work (2nd ed.). New York: John Wiley & Sons.
Hiatt, J. M. (2006). ADKAR. Loveland, CO: Prosci.
Holtom, B. C., Mitchell, T. R., Lee, T. W., & Eberly, M. B. (2008). Turnover and retention research. The Academy of Management Annals, 2(1), 231-274.
House, R. J. (1971). A path-goal theory of leader effectiveness. Administrative Science Quarterly, 16(3), 321-339.
House, R. J., & Mitchell, T. R. (1974). Path-goal theory of leadership. Journal of Contemporary Business, 3(4), 81-97.
IBM Security. (2022). Cost of a Data Breach Report 2022. Armonk, NY: IBM.
IIA (Institute of Internal Auditors). (2017). International Professional Practices Framework (IPPF). Altamonte Springs, FL: IIA.
ISO 19011:2018. Guidelines for Auditing Management Systems. Geneva: ISO.
Jehn, K. A. (1995). A multimethod examination of intragroup conflict. Administrative Science Quarterly, 40(2), 256-282.
Jones, G. R. (2010). Organizational Theory, Design, and Change (6th ed.). Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
Jones, M. (2019). ERP Implementation. New York: Wiley.
Judge, T. A., Bono, J. E., Ilies, R., & Gerhardt, M. W. (2002). Personality and leadership. Journal of Applied Psychology, 87(4), 765-780.
Judge, T. A., & Piccolo, R. F. (2004). Transformational and transactional leadership. Journal of Applied Psychology, 89(5), 755-768.
Kahn, W. A. (1990). Psychological conditions of personal engagement. Academy of Management Journal, 33(4), 692-724.
Kane, G. C., Palmer, D., Phillips, A. N., Kiron, D., & Buckley, N. (2015). Strategy, not technology, drives digital transformation. MIT Sloan Management Review, 56(4), 1-25.
Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1992). The balanced scorecard. Harvard Business Review, 70(1), 71-79.
Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1996). The Balanced Scorecard. Boston: Harvard Business School Press.
Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (2001). The Strategy-Focused Organization. Boston: Harvard Business School Press.
Kaspersky. (2021). Global Corporate IT Security Risks Survey. Moscow: Kaspersky Lab.
Kast, F. E., & Rosenzweig, J. E. (1979). Organization and Management (3rd ed.). New York: McGraw-Hill.
Katz, R. L. (1974). Skills of an effective administrator. Harvard Business Review, 52(5), 90-102.
Kementerian PANRB. (2018). Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE. Jakarta.
Kerzner, H. (2017). Project Management Metrics, KPIs, and Dashboards (3rd ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Khorasani, S. T., & Almasifard, M. (2017). The evolution of management thought. Journal of Management and Accounting Studies, 5(4), 1-9.
Kilmann, R. H., & Thomas, K. W. (1977). The MODE instrument. Educational and Psychological Measurement, 37(2), 309-325.
Kirkpatrick, D. L., & Kirkpatrick, J. D. (2006). Evaluating Training Programs (3rd ed.). San Francisco: Berrett-Koehler.
Kirkpatrick, S. A., & Locke, E. A. (1991). Leadership: Do traits matter? Academy of Management Executive, 5(2), 48-60.
Kominfo. (2016). *Undang-Undang ITE No. 11 Tahun 2008 juncto UU No. 19 Tahun 2016*. Jakarta.
Kominfo. (2022). *Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi*. Jakarta.
Koontz, H. (1980). The management theory jungle revisited. Academy of Management Review, 5(2), 175-187.
Koontz, H., & Weihrich, H. (2010). Essentials of Management (8th ed.). New Delhi: Tata McGraw-Hill.
Kotter, J. P. (1996). Leading Change. Boston: Harvard Business School Press.
Kotter, J. P. (2012). Leading Change (2nd ed.). Boston: Harvard Business Review Press.
Kotter, J. P., & Cohen, D. S. (2002). The Heart of Change. Boston: Harvard Business School Press.
Kreps, G. L. (2011). Organizational Communication (6th ed.). Boston: Allyn & Bacon.
Latham, G. P., & Pinder, C. C. (2005). Work motivation theory. Annual Review of Psychology, 56, 485-516.
Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2020). Management Information Systems (16th ed.). Boston: Pearson.
Lawrence, P. R., & Lorsch, J. W. (1967). Organization and Environment. Boston: Harvard Business School Press.
Lax, D. A., & Sebenius, J. K. (1986). The Manager as Negotiator. New York: Free Press.
Lepsinger, R., & DeRosa, D. (2010). Virtual Team Success. San Francisco: Jossey-Bass.
Lewin, K. (1947). Frontiers in group dynamics. Human Relations, 1(1), 5-41.
Likert, R. (1961). New Patterns of Management. New York: McGraw-Hill.
Likert, R. (1967). The Human Organization. New York: McGraw-Hill.
March, J. G. (1991). Exploration and exploitation. Organization Science, 2(1), 71-87.
Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370-396.
Maslow, A. H. (1954). Motivation and Personality. New York: Harper & Row.
Mathis, R. L., & Jackson, J. H. (2010). Human Resource Management (13th ed.). Mason, OH: South-Western Cengage Learning.
Mayo, E. (1933). The Human Problems of an Industrial Civilization. New York: Macmillan.
Mergel, I., Edelmann, N., & Haug, N. (2019). Defining digital transformation. Government Information Quarterly, 36(4), 101385.
Meyerson, D., Weick, K. E., & Kramer, R. M. (1996). Swift trust. Dalam R. M. Kramer & T. R. Tyler (Eds.), Trust in Organizations (hlm. 166-195). Thousand Oaks, CA: Sage.
Miles, R. E., & Snow, C. C. (1978). Organizational Strategy, Structure, and Process. New York: McGraw-Hill.
Miles, R. E., & Snow, C. C. (1986). Organizations: New concepts for new forms. California Management Review, 28(3), 62-73.
Milkovich, G. T., Newman, J. M., & Gerhart, B. (2014). Compensation (11th ed.). New York: McGraw-Hill.
Mills, D. Q. (1989). Labor-Management Relations (4th ed.). New York: McGraw-Hill.
Mintzberg, H. (1979). The Structuring of Organizations. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Mobley, W. H. (1977). Intermediate linkages in job satisfaction and turnover. Journal of Applied Psychology, 62(2), 237-240.
Moeller, R. R. (2016). Brink's Modern Internal Auditing (8th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Moran, J. W., & Brightman, B. K. (2001). Leading organizational change. Journal of Workplace Learning, 13(2), 66-74.
Muda, I., & Marbun, D. (2018). Implementation of e-office system. International Journal of Public Administration, 41(1), 1-9.
NCESC. (2024). What are the three levels of management? Diambil dari https://www.ncesc.com
NIST (National Institute of Standards and Technology). (2018). Framework for Improving Critical Infrastructure Cybersecurity (Version 1.1). Gaithersburg, MD: NIST.
Niven, P. R. (2014). Balanced Scorecard Evolution. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Noe, R. A., Hollenbeck, J. R., Gerhart, B., & Wright, P. M. (2017). Human Resource Management (10th ed.). New York: McGraw-Hill.
Nørreklit, H. (2000). The balance on the balanced scorecard. Management Accounting Research, 11(1), 65-88.
Northouse, P. G. (2019). Leadership: Theory and Practice (8th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
O'Brien, J. A., & Marakas, G. M. (2011). Management Information Systems (10th ed.). New York: McGraw-Hill.
Odiorne, G. S. (1965). Management by Objectives. New York: Pitman.
OECD. (2018). OECD Due Diligence Guidance for Responsible Business Conduct. Paris: OECD Publishing.
Olusoji, O., & Ogunkoya, O. A. (2015). Management theories and practice. Journal of Business and Management, 17(2), 45-52.
O'Neil, C. (2016). Weapons of Math Destruction. New York: Crown.
OSHA. (2015). Recommended Practices for Safety and Health Programs. Washington, DC: U.S. Department of Labor.
Oxford English Dictionary. (n.d.). Definition of management.
Parker, S. K., & Wall, T. D. (1998). Job and Work Design. Thousand Oaks, CA: Sage.
Parmenter, D. (2020). Key Performance Indicators (4th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Perrow, C. (1986). Complex Organizations (3rd ed.). New York: Random House.
Powell, W. W. (1990). Neither market nor hierarchy. Research in Organizational Behavior, 12, 295-336.
Power, M. (1997). The Audit Society. Oxford: Oxford University Press.
Provost, F., & Fawcett, T. (2013). Data Science for Business. Sebastopol, CA: O'Reilly.
Purvanova, R. K., & Kenda, R. (2018). The paradox of virtual teams. Journal of Applied Psychology, 103(7), 743-768.
PwC. (2022). Global Digital Trust Insights 2022. London: PwC.
Robbins, S. P. (1990). Organization Theory (3rd ed.). Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Robbins, S. P., & Coulter, M. (2012). Management (11th ed.). Upper Saddle River, NJ: Pearson.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational Behavior (18th ed.). New York: Pearson.
Robertson, B. J. (2015). Holacracy. New York: Henry Holt.
Rodgers, R., & Hunter, J. E. (1991). Impact of management by objectives. Journal of Applied Psychology, 76(3), 322-336.
Roethlisberger, F. J., & Dickson, W. J. (1939). Management and the Worker. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Rogers, D. L. (2016). The Digital Transformation Playbook. New York: Columbia University Press.
Romney, M. B., & Steinbart, P. J. (2018). Accounting Information Systems (14th ed.). Boston: Pearson.
Rosenblat, A., & Stark, L. (2016). Algorithmic labor and information asymmetries. Information, Communication & Society, 19(1), 1-18.
Salam, D. S. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi Revisi). Bandung: Pustaka Setia.
Salas, E., Tannenbaum, S. I., Kraiger, K., & Smith-Jentsch, K. A. (2012). The science of training. Psychological Science in the Public Interest, 13(2), 74-101.
Sasoko, D. M. (2023). Perbedaan praktik administratif organisasi publik dan swasta. Jurnal Administrasi Publik, 19(2), 101-118.
Sawyer, L. B., Dittenhofer, M. A., & Scheiner, J. H. (2005). Sawyer's Internal Auditing (5th ed.). Altamonte Springs, FL: IIA.
Schein, E. H. (1985). Organizational Culture and Leadership. San Francisco: Jossey-Bass.
Schein, E. H. (1990). Career Anchors. San Francisco: Pfeiffer.
Schein, E. H. (2010). Organizational Culture and Leadership (4th ed.). San Francisco: Jossey-Bass.
Schmidt, F. L., & Hunter, J. E. (1998). The validity and utility of selection methods. Psychological Bulletin, 124(2), 262-274.
Schumpeter, J. A. (1934). The Theory of Economic Development. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Schwab, K. (2016). The Fourth Industrial Revolution. Geneva: World Economic Forum.
Scott, W. R., & Davis, G. F. (2007). Organizations and Organizing. Upper Saddle River, NJ: Pearson Prentice Hall.
Senge, P. M. (1990). The Fifth Discipline. New York: Doubleday.
Shafritz, J. M., & Ott, J. S. (Eds.). (2001). Classics of Organization Theory (5th ed.). Fort Worth, TX: Harcourt College Publishers.
Shannon, C. E., & Weaver, W. (1949). The Mathematical Theory of Communication. Urbana: University of Illinois Press.
Siagian, S. P. (2004). Administrasi dan Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Simon, H. A. (1957). Models of Man. New York: John Wiley & Sons.
Simplilearn. (2023). A Deep Dive into 3 Levels of Management. Diambil dari https://www.simplilearn.com
Sink, D. S. (1985). Productivity Management. New York: John Wiley & Sons.
Smith, A. (1776). The Wealth of Nations. London: W. Strahan and T. Cadell.
Stogdill, R. M. (1948). Personal factors associated with leadership. Journal of Psychology, 25(1), 35-71.
Stogdill, R. M. (1974). Handbook of Leadership. New York: Free Press.
Stogdill, R. M., & Coons, A. E. (Eds.). (1957). Leader Behavior: Its Description and Measurement. Columbus: Ohio State University.
Tangen, S. (2005). Demystifying productivity and performance. International Journal of Productivity and Performance Management, 54(1), 34-46.
Tavani, H. T. (2016). Ethics and Technology (5th ed.). Hoboken, NJ: Wiley.
Taylor, F. W. (1911). The Principles of Scientific Management. New York: Harper & Brothers.
Teece, D. J. (2007). Explicating dynamic capabilities. Strategic Management Journal, 28(13), 1319-1350.
Teece, D. J., Pisano, G., & Shuen, A. (1997). Dynamic capabilities and strategic management. Strategic Management Journal, 18(7), 509-533.
Terry, G. R. (1994). Principles of Management (8th ed.). Homewood, IL: Richard D. Irwin.
The Liang Gie. (1967). Administrasi: Suatu Kajian tentang Pengertian, Fungsi, dan Ruang Lingkup. Yogyakarta: Liberty.
Thomas, K. W. (1992). Conflict and conflict management. Journal of Organizational Behavior, 13(3), 265-274.
Thomas, K. W., & Kilmann, R. H. (1974). Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument. Tuxedo, NY: Xicom.
Thompson, J. D. (1967). Organizations in Action. New York: McGraw-Hill.
Tidd, J., & Bessant, J. (2018). Managing Innovation (6th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Toffler, A. (1970). Future Shock. New York: Random House.
Tushman, M. L., & O'Reilly, C. A. (1996). Ambidextrous organizations. California Management Review, 38(4), 8-30.
Ulrich, D. (1997). Human Resource Champions. Boston: Harvard Business School Press.
Urwick, L. F. (1943). The Elements of Administration. London: Pitman & Sons.
Urwick, L. F. (1956). The manager's span of control. Harvard Business Review, 34(3), 39-47.
UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.
UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.
UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Vedantu. (2020). Levels of Management. Diambil dari https://www.vedantu.com
Vroom, V. H. (1964). Work and Motivation. New York: John Wiley & Sons.
VU LMS (Virtual University of Pakistan). (n.d.). Management Skills: Robert Katz's Three Essential Management Skills.
Wahba, M. A., & Bridwell, L. G. (1976). Maslow reconsidered. Organizational Behavior and Human Performance, 15(2), 212-240.
Walters, J. E. (1959). Administration: A Study of Its Nature and Scope. New York: Ronald Press.
Weber, M. (1947). The Theory of Social and Economic Organization (T. Parsons, Ed. & Trans.). New York: Free Press.
West, M. A., & Farr, J. L. (1990). Innovation at work. Dalam M. A. West & J. L. Farr (Eds.), Innovation and Creativity at Work (hlm. 3-13). Chichester: John Wiley & Sons.
Westerman, G., Bonnet, D., & McAfee, A. (2014). Leading Digital. Boston: Harvard Business Review Press.
Whitman, M. E., & Mattord, H. J. (2019). Principles of Information Security (7th ed.). Boston: Cengage Learning.
Wilson, W. (1887). The study of administration. Political Science Quarterly, 2(2), 197-222.
Woodward, J. (1965). Industrial Organization: Theory and Practice. London: Oxford University Press.
Wren, D. A., & Bedeian, A. G. (2009). The Evolution of Management Thought (6th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Yang, L., Holtz, D., Jaffe, S., Suri, S., Sinha, S., Weston, J., & Joyce, C. (2022). The effects of remote work on collaboration. Nature Human Behaviour, 6, 43-54.
Yukl, G. (2013). Leadership in Organizations (8th ed.). Upper Saddle River, NJ: Pearson.
Zaccaro, S. J., Kemp, C., & Bader, P. (2004). Leader traits and attributes. Dalam J. Antonakis, A. T. Cianciolo, & R. J. Sternberg (Eds.), The Nature of Leadership (hlm. 101-124). Thousand Oaks, CA: Sage.
Zaf Channel. (2019). Manajemen POACE. Diambil dari https://www.academia.edu
Zuboff, S. (2019). The Age of Surveillance Capitalism. New York: PublicAffairs.

Komentar
Posting Komentar