Bab 7 Kabar Duka Dallas – JFK Ditembak 22 November 1963

 


Bagian 4

Dua Kematian yang Mengubah Sejarah

Bab 7 Kabar Duka Dallas – JFK Ditembak 22 November 1963

Motif dan Dalang Misterius Hingga Kini

Hari itu, Dallas, Texas, cerah. Presiden John F. Kennedy duduk di kursi belakang mobil convertible limosin bersama istrinya, Jacqueline. Kerumunan warga bertepuk tangan. Kennedy tersenyum, melambaikan tangan. Tidak ada yang tahu bahwa dalam hitungan menit, otaknya akan hancur oleh peluru kaliber 6,5 mm.

Pukul 12.30 waktu setempat. Tiga tembakan. Dua peluru mengenai Kennedy. Satu peluru menghantam Gubernur Texas, John Connally. Kennedy jatuh ke pangkuan istrinya. Rumah Sakit Parkland, 30 menit kemudian, sang presiden dinyatakan meninggal.

Amerika Syarikat berduka. Dunia berguncang. Namun, yang lebih mengguncang daripada peristiwa itu sendiri adalah segala sesuatu yang terjadi setelahnya.

Lee Harvey Oswald, tersangka utama, ditangkap dua jam kemudian. Dua hari kemudian, saat sedang dipindahkan, Oswald sendiri ditembak mati oleh Jack Ruby, seorang pemilik klub malam di Dallas. Ruby meninggal di penjara lima tahun kemudian karena kanker – tetapi sebelum sempat mengungkap motif sebenarnya.

Dengan matinya Oswald dan Ruby, rantai bukti resmi terputus. Komisi Warren yang dibentuk Presiden Lyndon B. Johnson menyimpulkan bahwa Oswald bertindak sendiri. Tapi kesimpulan itu sejak awal diragukan oleh setengah rakyat Amerika. Hingga saat ini, jajak pendapat menunjukkan bahwa lebih dari 60% warga AS tidak percaya bahwa Oswald adalah penembak tunggal.

Mengapa begitu banyak keraguan?

Pertama, tembakan. Senapan Carcano milik Oswald diklaim bisa menembak tiga kali dalam 8 detik dengan akurasi tinggi. Tapi banyak ahli balistik mengatakan itu hampir mustahil, apalagi bagi Oswald yang bukan penembak jitu.

Kedua, arah peluru. Teori resmi mengatakan satu peluru (yang disebut "peluru ajaib") mengenai Kennedy dan Connally sekaligus, dengan lintasan yang tidak masuk akal. Para kritikus menyebutnya mustahil secara fisika.

Ketiga, saksi mata. Banyak orang di lokasi mengaku mendengar tembakan dari arah yang berbeda – bukan hanya dari gedung gudang buku Texas School Book Depository tempat Oswald berada, tetapi juga dari balik pagar di bukit rumput yang dikenal sebagai "grassy knoll".

Keempat, dokumen rahasia. Ribuan dokumen tentang pembunuhan JFK masih dirahasiakan hingga hari ini, meskipun undang-undang mewajibkan pembukaan penuh pada 2017. Badan Intelijen Pusat (CIA) dan FBI masih menolak merilis sebagian file dengan alasan "keamanan nasional".

Teori Konspirasi: Apakah CIA Terlibat?

Dari sekian banyak teori konspirasi tentang kematian JFK, satu yang paling bertahan dan paling masuk akal adalah: CIA yang berada di baliknya. Mengapa?

Hubungan Kennedy dengan CIA sangat buruk. Setelah kegagalan invasi Teluk Babi (Bay of Pigs) di Kuba pada 1961 – sebuah operasi yang dirancang CIA untuk menggulingkan Fidel Castro – Kennedy marah besar. Dia mengancam akan "membubarkan CIA menjadi seribu keping" dan menembakkan direktur CIA Allen Dulles. Dulles kemudian dipecat.

Kennedy juga secara konsisten menolak tekanan militer dan intelijen untuk mengintervensi Vietnam secara besar-besaran. Dia menandatangani perjanjian larangan uji coba nuklir dengan Uni Soviet, yang dibenci oleh jenderal-jenderal keras. Dan yang paling penting bagi cerita kita: Kennedy menolak membantu Freeport menekan Soekarno.

Dalam dokumen-dokumen yang kemudian bocor, diketahui bahwa Wilson F. dari Freeport telah melobi beberapa pejabat CIA tingkat tinggi. Mereka adalah orang-orang yang frustrasi dengan Kennedy. Dan mereka memiliki koneksi dengan para pengungsi Kuba yang benci Castro, serta dengan para kontraktor pertahanan yang kecewa karena Kennedy mengurangi anggaran militer.

Jack Ruby, orang yang menembak Oswald, ternyata memiliki hubungan yang mencurigakan dengan dunia intelijen. Ruby sering mengunjungi kantor polisi Dallas, kenal dengan banyak petugas, dan beberapa sumber mengatakan dia adalah informan FBI atau bahkan kontraktor CIA.

Lee Harvey Oswald sendiri, sebelum pembunuhan, sempat tinggal di Uni Soviet dan kembali ke AS. Dia adalah seorang mantan marinir yang pandai menembak. Apakah dia didanai atau dimanfaatkan oleh organisasi mana pun? Tidak ada bukti kuat. Tapi ada terlalu banyak kejanggalan yang tidak pernah terjelaskan.

Teori yang paling populer di kalangan sejarawan kritis bukanlah Oswald dibayar CIA, melainkan: CIA mengetahui rencana pembunuhan, memilih untuk tidak mencegahnya, dan kemudian menutup-nutupinya setelah fakta. Dalam skenario ini, Oswald mungkin benar-benar bertindak sendirian, tapi aparat intelijen punya motif untuk memastikan penyelidikan tidak mengarah ke mereka.

Hubungan dengan Kepentingan Freeport

Lalu, apa hubungan semua ini dengan Freeport?

Hubungannya sangat langsung dan sinis: Kennedy adalah penghalang terakhir bagi Freeport untuk masuk ke Indonesia. Selama Kennedy hidup, dia tidak akan mengizinkan tekanan AS terhadap Soekarno. Bahkan dia cenderung memanjakan Soekarno agar Indonesia tidak jatuh ke komunis. Dan tanpa tekanan AS, Soekarno tidak akan pernah mengizinkan kontrak yang menguntungkan Freeport.

Setelah Kennedy mati, Lyndon B. Johnson naik menjadi presiden. Johnson adalah politikus Texas yang sangat dekat dengan industri minyak dan pertambangan. Kebijakannya terhadap Indonesia berubah drastis. Johnson tidak segan-segan menekan Soekarno melalui berbagai cara – termasuk ancaman pencabutan bantuan pangan dan ekonomi.

Namun, tekanan saja tidak cukup. Soekarno masih terlalu kuat. Diperlukan satu pukulan lagi: Jatuhnya Soekarno sendiri.

Dan pukulan itu datang dalam bentuk peristiwa berdarah pada 30 September 1965 – yang oleh rezim Orde Baru disebut sebagai "Gestapu" (Gerakan September Tiga Puluh). Dalam peristiwa itu, enam jenderal diculik dan dibunuh. Soekarno dituduh terlibat. Kemudian terjadi pembantaian massal terhadap anggota dan simpatisan PKI, di mana diperkirakan 500.000 hingga 2 juta orang tewas.

Jenderal Soeharto, yang selama ini membangun basis kekuatan di kesatuan strategis Angkatan Darat, mengambil alih kekuasaan secara perlahan. Pada Maret 1966, Soekarno terpaksa menandatangani Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) yang memberikan kekuasaan luas kepada Soeharto. Soekarno diasingkan, diisolasi, dan akhirnya meninggal dalam tahanan rumah pada tahun 1970 – dalam keadaan mental dan fisik yang hancur.

Apakah CIA terlibat dalam pembantaian 1965-1966? Banyak sejarawan cukup yakin bahwa CIA memberikan daftar nama anggota PKI kepada militer Indonesia, membantu melatih pasukan pembunuh, dan memastikan bahwa dunia internasional tidak ikut campur. Sebuah dokumen CIA yang kemudian dideklasifikasi menyebut Indonesia sebagai "salah satu keberhasilan besar intelijen AS dalam Perang Dingin".

Apakah CIA juga terlibat dalam jatuhnya Soekarno untuk membuka jalan Freeport? Bukan hanya Freeport tentunya – ada kepentingan tambang minyak, investasi perkebunan, dan geopolitik yang lebih luas. Tapi Freeport adalah salah satu joker terbesar. Wilson F. tidak mungkin tidak memanfaatkan koneksi-koneksi intelijen yang ia miliki.

Tidak ada "dokumen api" – tidak ada surat yang secara eksplisit mengatakan "Kami membunuh JFK dan Soekarno untuk Freeport". Tapi pola kematian, penggantian kepemimpinan, dan perubahan kebijakan yang menguntungkan Freeport begitu jelas dan cepat sehingga mustahil diabaikan sebagai kebetulan.

Yang pasti: Setelah Soeharto naik, hanya dalam satu bulan, kontrak Freeport ditandatangani. Isinya? Indonesia hanya mendapat 9,6% dari hasil tembaga, sementara emas dan mineral lain gratis tanpa bagi hasil. Kontrak yang menurut akal sehat tidak masuk akal – kecuali jika Anda percaya bahwa Soeharto "tidak tahu" atau "sedang bercanda".

Dan jika Soeharto tidak tahu, lalu siapa yang tahu? Siapa yang menyusun kontrak itu? Siapa yang menguntungkan? Jawabannya: Freeport Amerika, dengan dukungan penuh pemerintah AS pasca-JFK dan pasca-Soekarno.

Kematian di Dallas tahun 1963 mungkin terlihat seperti tragedi keluarga Amerika. Tapi gelombang kejutnya menjalar hingga ke Pegunungan Jayawijaya, membunuh ibu dan air susu suku Amung, mengusir ribuan manusia dari tanah leluhur mereka, dan mengubah Papua menjadi lokasi tambang paling berdarah di dunia.

Itulah konspirasi yang tidak pernah bisa dibuktikan sepenuhnya – tetapi juga tidak bisa disangkal sepenuhnya.


Bersambung ke Bab 8: Jatuhnya Bung Karno – Dilengserkan, Diasingkan, Dimatikan Perlahan

Bab 8 Jatuhnya Bung Karno – Dilengserkan, Diasingkan, Dimatikan Perlahan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAMUJU MISTIK: 10 KISAH GAIB YANG MENGGENTARKAN MAMUJU

PEMERINTAH DAERAH DI ERA EFISIENSI

BAB 11: KERANGKA HUKUM DAN KEBIJAKAN PENDUKUNG